Pages

Subscribe:

Kamis, 09 Januari 2014

Serba Serbi Madu Lebah

Atasi Sakit Perut dengan Madu



Pembaca yang budiman :)
Madu lebah merupakan salah satu jenis makanan yang disebutkan dalam Al Qur'an, bukan tanpa alasan akan tetapi karena begitu banyak manfaatnya. Madu sangat berguna untuk menjaga kesehatan manusia terutama untuk pengobatan dengan cara dikonsumsi secara internal maupun eksternal. Dalam beberapa kisah pun Nabi Muhammad sering mencontohkan dan menganjurkan umatnya untuk mengonsumsi madu meskipun dalam keadaan sehat. Berikut salah satu kegunaan madu dalam dunia pengobatan.

Dalam suatu riwayat disebutkan ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi SAW dan berkata : "Saudaraku terserang penyakit perut melilit." Lalu nabi bersabda: "Minumkanlah ia madu." Lelaki itu pun kembali pulang. Tak lama setelah itu ia kembali lagi dan berkata: "Sudah kuminumkan, tapi tetap saja, bahkan rasa sakitnya semakin bertambah." Lalu nabi kembali menjawab hal yang sama untuk kedua kalinya dan menambahkan, "Sungguh Mahabenar Allah, dan sungguh perut saudaramu yang berdusta."


Mengapa penyakitnya belum kunjung sembuh padahal sabda Nabi SAW pasti benar. Ternyata benar saja, karena dalam perut lelaki tersebut terdapat banyak sekali zat yang berbahaya. Dalam hal ini bukan berarti madu tidak dapat mengatasinya, namun dosisnya kurang. Madu berfungsi menyingkirkan kotoran yang terdapat dalam lambung dan usus. Madu akan sangat cocok digunakan untuk mengobati penyakit bila dicampur dengan air panas. Perintah mengonsumsi madu secara berulang-ulang mengandung rahasia tertentu. Banyaknya madu yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang dibutuhkan dan penyakit yang diderita. Jika dosisnya kurang maka akan sia-sia saja sedangkan apabila berlebih maka akan melemahkan tubuh.

Cara menyembuhkan penyakit ala Nabi SAW ini memanglah sedikit berbeda dari ilmu medis para dokter pada umumnya. Kedokteran Nabi SAW lebih bersifat pasti dan absolut. Memang hanya sedikit orang yang sepenuhnya menjalankan pengobatan ala Nabi SAW ini, dikarenakan kedokteran Nabiu SAW hanya dapat dimanfaatkan jika disertai dengan keyakinan dan sugesti terhadap kesembuhan serta membarenginya dengan iman dan ketakwaan. Jadi kuncinya tetap pada orang itu sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar